Membersihkan wajah menjadi salah satu langkah dasar dalam rutinitas perawatan kulit. Namun, memilih pembersih wajah tidak cukup hanya berdasarkan merek atau klaim produk. Tekstur cleanser juga perlu diperhatikan karena setiap jenis memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda. Dermatolog mengungkap, kondisi kulit, termasuk produksi sebum dan kekuatan skin barrier, sebaiknya menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan jenis pembersih wajah. Pemilihan yang kurang tepat bahkan dapat membuat kulit terasa semakin kering, sensitif, atau mengalami gangguan pada skin barrier.
4 Jenis cleanser sesuai kebutuhan kulit wajah
1. Gel cleanser untuk kulit berminyak dan rentan jerawat
Gel cleanser umumnya memiliki tekstur ringan berbasis air dengan kandungan surfaktan lembut untuk mengangkat minyak dan kotoran dari permukaan kulit.
Ketika bercampur dengan air, teksturnya dapat menghasilkan busa sehingga memberikan sensasi segar setelah mencuci wajah. Jenis ini umumnya sesuai untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat. Dermatolog Danny Guo mengatakan, gel cleanser mudah dibilas dengan air dan tidak meninggalkan residu pelembap sehingga cocok bagi pemilik kulit berminyak. Namun, kulit berminyak bukan berarti harus dibersihkan sampai terasa sangat kesat. Dermatolog Julie Russak memperingatkan penggunaan gel cleanser dengan kandungan sulfat tinggi, terutama jika digunakan dua kali sehari bersama air panas, dapat mengganggu skin barrier. “Ketika hal ini terjadi, kulit akan mengimbanginya dengan memproduksi lebih banyak minyak. Mengejar sensasi kulit yang sangat kesat setelah mencuci wajah hampir selalu membuat keadaan menjadi lebih buruk,” ujar Russak, dikutip dari Byrdie, Kamis (27/8/2026). Untuk membantu menjaga kelembapan, konsumen dapat mempertimbangkan gel cleanser yang mengandung gliserin, aloe vera, atau hyaluronic acid.
2. Cream cleanser membantu menjaga kelembapan kulit kering
Cream cleanser memiliki tekstur lebih kaya dan menyerupai lotion. Formula ini biasanya mengandung lebih banyak emolien serta bahan pelembap dibandingkan pembersih wajah berbusa atau berbasis gel. Dermatolog Toral Vaidya mengatakan, cream cleanser dirancang untuk membersihkan wajah tanpa menghilangkan terlalu banyak kelembapan alami kulit. “Pembersih ini membantu mendukung skin barrier sekaligus mengangkat kotoran dan makeup dengan lembut,” kata Vaidya.
Jenis pembersih ini juga dapat menjadi pilihan untuk orang yang menggunakan bahan aktif seperti retinoid dan exfoliating acid. Kedua bahan tersebut dapat membuat kulit terasa lebih kering atau mudah mengalami iritasi. Beberapa kandungan yang dapat diperhatikan ketika memilih cream cleanser antara lain ceramide, gliserin, hyaluronic acid, dan squalane.
3. Milk cleanser cocok untuk kulit kering dan sensitif
Milk cleanser memiliki tekstur yang lebih ringan dan umumnya tidak menghasilkan busa. Pembersih ini menggunakan bahan dasar emolien sehingga dapat membantu membersihkan kulit tanpa menghilangkan terlalu banyak kelembapan. Russak menyebut milk cleanser sesuai untuk kulit kering, sensitif, dan kulit matang. Jenis cleanser tersebut juga dapat menjadi pilihan ketika kulit mengalami perubahan akibat faktor hormonal. “Penurunan estrogen mengurangi produksi sebum, mengganggu fungsi skin barrier, dan membuat kulit lebih cepat kehilangan kelembapan,” jelas Russak. Meski lembut, milk cleanser memiliki keterbatasan. Pembersih ini biasanya tidak cukup kuat untuk mengangkat makeup berat atau produk tahan air.
Guo mengatakan milk cleanser dapat digunakan sebagai pembersih kedua dalam metode double cleansing, terutama setelah penggunaan pembersih berbahan dasar minyak.
4. Oil cleanser efektif mengangkat sunscreen dan makeup
Oil cleanser bekerja dengan memanfaatkan sifat minyak untuk membantu melarutkan kotoran, sunscreen, makeup, dan sisa produk skincare yang sulit dibersihkan dengan air. Penggunaannya umumnya dilakukan pada wajah yang masih kering. Setelah minyak diratakan, produk kemudian dicampur dengan air hingga teremulsi sebelum dibilas. Menariknya, oil cleanser tidak otomatis menyebabkan pori-pori tersumbat. Russak mengatakan pembersih berbahan minyak juga dapat digunakan oleh pemilik kulit berminyak dan rentan jerawat selama produk yang dipilih bersifat non-comedogenic. “Gagasan lama bahwa kulit berminyak harus dibuat kering itu sudah tidak tepat. Oil cleanser non-comedogenic yang digunakan dengan benar tidak akan menyumbat pori atau memperparah jerawat,” ujar Russak.
Selain tekstur, konsumen juga perlu memperhatikan kandungan dan kondisi kulit sebelum memilih cleanser. Guo mengatakan pembersih wajah yang tepat dapat menjadi dasar penting bagi rangkaian skincare berikutnya. Dengan demikian, tidak ada satu jenis cleanser yang paling baik untuk semua orang. Kulit berminyak dapat lebih sesuai dengan gel cleanser, sementara kulit kering dan sensitif mungkin membutuhkan formula cream atau milk. Oil cleanser dapat dipertimbangkan untuk mengangkat sunscreen dan makeup, terutama dalam rutinitas double cleansing.

