Menunduk melihat ponsel mungkin terasa seperti kebiasaan kecil yang tidak perlu dipikirkan. Namun, jika dilakukan berulang kali selama berjam-jam, posisi kepala, leher, dan punggung dapat ikut berubah. Kondisi inilah yang belakangan disebut sebagai shrimp posture, istilah yang menggambarkan posisi tubuh membungkuk menyerupai bentuk udang. Fisioterapis sekaligus pendiri Anchor Wellness dan WAVE Physical Therapy & Pilates, Dr. Sarah Cash Crawford, mengatakan shrimp posture bukanlah istilah medis. Ia mengatakan sebutan tersebut digunakan untuk menggambarkan pola postur yang sebenarnya sudah lama ditangani oleh fisioterapis.
“Ini bukan diagnosis medis. Ini sebenarnya hanya nama modern untuk pola postur yang sudah ditangani fisioterapis selama beberapa dekade, yang dipengaruhi oleh lamanya kita membungkuk di depan ponsel dan laptop,” jelas Crawford, disadur dari Parade.
Bukan Hanya karena Duduk di Depan Laptop
Shrimp posture dapat dikenali dari posisi bahu yang membulat ke depan, kepala yang menunduk, serta punggung bagian atas yang melengkung membentuk seperti huruf C. Posisi tersebut tidak hanya mungkin terjadi saat bekerja di depan komputer, tetapi juga ketika terlalu sering melihat ponsel. Crawford mengatakan masalahnya bukan berasal dari satu kali duduk membungkuk. Kebiasaan yang dilakukan berulang kali dalam durasi panjang justru menjadi persoalan. “Pengaruh terbesarnya adalah pengulangan dan durasi: berjam-jam sehari melihat ke bawah pada ponsel atau membungkuk ke layar laptop dengan dukungan dan kesadaran postur yang buruk,” ujarnya. “Ini bukan disebabkan oleh satu momen membungkuk yang buruk. Ini disebabkan oleh mempertahankan posisi yang sama berulang kali tanpa cukup melakukan perubahan posisi,” imbuh Crawford.
Kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kekuatan otot. Menurut Crawford, otot punggung bagian tengah, otot leher bagian dalam, dan bokong yang lemah dapat membuat seseorang lebih mudah berada dalam posisi membungkuk karena mempertahankan postur tegak terasa lebih sulit.
Kenali Tanda yang Mulai Muncul
Tubuh sebenarnya dapat memberikan tanda ketika seseorang terlalu lama berada dalam posisi tersebut. Menurut ahli ergonomis profesional bersertifikat Kristianne Egbert, beberapa orang dapat merasakan ketegangan yang perlahan muncul di punggung bagian atas dan leher hingga sakit kepala tegang. Selain itu, terdapat sejumlah tanda lain yang patut diperhatikan, seperti dagu yang semakin maju ke arah layar, bahu yang terangkat atau membulat ke depan, serta kepala yang berada lebih maju daripada posisi bahu. Ketegangan atau rasa pegal di antara tulang belikat dan bagian bawah tengkorak juga dapat muncul. Pada bagian bawah tubuh, seseorang bisa merasakan nyeri pada tulang ekor karena berat badan terlalu bertumpu pada tulang belakang bagian bawah setelah kehilangan dukungan dari sandaran kursi. Mata yang terasa lelah karena posisi tubuh semakin mendekati layar juga dapat menjadi tanda. Bahkan, berdiri tegak yang terasa berat atau tidak alami setelah lama duduk dapat menunjukkan tubuh sudah terlalu terbiasa dengan posisi membungkuk. Dalam jangka pendek, postur tersebut dapat menyebabkan leher dan bahu terasa kaku, sakit kepala tegang, serta rasa pegal pada punggung bagian atas. Crawford juga mengatakan posisi membungkuk dapat membatasi pengembangan tulang rusuk sehingga secara halus memengaruhi seberapa dalam seseorang dapat bernapas. Jika berlangsung dalam waktu lama, masalahnya dapat menjadi lebih serius. Ia menyebut shrimp posture dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot kronis, kekakuan sendi, serta peningkatan tekanan pada tulang belakang leher yang berpotensi berkontribusi terhadap nyeri leher berkepanjangan atau masalah pada cakram tulang belakang. Karena itu, memperbaiki kebiasaan tidak berarti harus memaksa tubuh duduk tegak sepanjang hari. Crawford menegaskan, mempertahankan postur tegak hanya dengan kemauan tidak cukup untuk memperbaiki masalah tersebut. “Anda tidak bisa (memperbaiki) postur hanya dengan berusaha duduk lebih tegak. Perilaku ini membuat otot cepat lelah dan sering kali melatih kelompok otot yang salah secaraberlebihan,” katanya.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengurangi waktu berada dalam satu posisi. Saat menggunakan ponsel, Crawford menyarankan agar perangkat diangkat hingga sejajar dengan mata, bukan terus melihat ke bawah. Selain itu, lakukan jeda secara berkala dari duduk dan bergerak atau melakukan peregangan. Dengan begitu, tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam.