Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Tidur dalam Kondisi Terang Pengaruhi Kesehatan Jantung, Kok Bisa?

Tidur dalam Kondisi Terang Pengaruhi Kesehatan Jantung, Kok Bisa?

Posted on September 10, 2026 By grtr6 No Comments on Tidur dalam Kondisi Terang Pengaruhi Kesehatan Jantung, Kok Bisa?
Uncategorized

Tidur menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah sibuk beraktivitas sepanjang hari. Kebiasaan sederhana seperti membiarkan lampu kamar tetap menyala, tidur dengan ponsel di dekat tempat tidur, atau membiarkan cahaya dari luar masuk ke kamar ternyata dapat berkaitan dengan kondisi jantung. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa paparan cahaya pada malam hari berkaitan dengan perubahan struktur dan fungsi otot jantung.

Melansir studi yang diterbitkan dalam European Heart Journal tersebut menganalisis lebih dari 11.000 orang tanpa penyakit kardiovaskular yang merupakan bagian dari UK Biobank. Peserta mengenakan sensor di pergelangan tangan selama tujuh hari untuk mengukur paparan cahaya pada malam hari, kemudian menjalani pemeriksaan MRI jantung sekitar tiga tahun setelahnya. Cahaya malam berdampak pada perubahan jantung Dinding jantung menebal Peneliti menemukan bahwa orang yang terpapar cahaya lebih dari 3 lux saat tidur mengalami penebalan dinding ventrikel kiri jantung dibandingkan mereka yang tidak terpapar cahaya malam. Ventrikel kiri merupakan bagian jantung yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Penebalan dinding tersebut membuat ruang di dalamnya menjadi lebih kecil dan kemampuan otot jantung untuk berkontraksi juga menurun. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses yang disebut cardiac remodeling atau perubahan struktur jantung. Perubahan serupa juga ditemukan pada bagian jantung lainnya. Direktur pencegahan dan kesehatan kardiovaskular di National Jewish Health, Andrew Freeman mengatakan kondisi tersebut bukan perubahan yang diharapkan terjadi pada jantung. “Kita tidak ingin otot jantung menebal. Kita tidak ingin otot jantung menjadi kaku. Kita tidak ingin jantung menjadi terlalu besar,” kata Freeman. Risiko penyakit kardiovaskular ikut meningkat Penelitian tersebut juga menemukan bahwa paparan cahaya malam yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih besar. Dibandingkan orang yang tidak terpapar cahaya lebih dari 3 lux, kelompok dengan paparan cahaya malam lebih tinggi memiliki risiko gagal jantung 29 persen lebih tinggi. Risiko serangan jantung 24 persen lebih tinggi dan stroke 33 persen lebih tinggi. Paparan cahaya malam yang lebih tinggi juga berkaitan dengan risiko fibrilasi atrium 15 persen lebih tinggi serta kematian akibat penyakit kardiovaskular 26 persen lebih tinggi.

Penulis senior dari penelitian, Lu Qi menyebut polusi cahaya sebagai salah satu faktor risiko baru penyakit kardiovaskular.

“Temuan kami, bersama dengan bukti dari studi lain, menunjukkan bahwa pengurangan paparan cahaya malam hari harus dipertimbangkan sebagai salah satu strategi potensial untuk mencegah penyakit jantung oleh para dokter dan pembuat kebijakan,” terang Qi.

Mengapa cahaya malam bisa berdampak? Salah satu penjelasan yang ditemukan peneliti berkaitan dengan durasi tidur. Analisis menunjukkan bahwa 24 hingga 49 persen dampak pada jantung dapat dijelaskan oleh durasi tidur yang lebih pendek, yakni kurang dari lima atau enam jam.

“Paparan cahaya malam dapat memengaruhi faktor risiko penyakit kardiovaskular lainnya seperti stres dan perubahan biologis,” papar Qi. Meski demikian, penelitian ini belum membuktikan bahwa cahaya malam secara langsung menyebabkan penyakit jantung.

Dosen di Institute of Pharmaceutical Science, King’s College London Karl Lawrence juga menyoroti keterbatasan penelitian, termasuk pengukuran cahaya selama satu minggu dan penggunaan sensor di pergelangan tangan.

“Menghubungkan hal ini dengan hasil pemindaian jantung tiga tahun kemudian terasa agak dipaksakan,” kata Lawrence. “Studi lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat,” ungkapnya. Untuk mengurangi paparan cahaya, kamar tidur dapat dibuat segelap mungkin. Cahaya dari lampu, ponsel, jam alarm digital, maupun sumber cahaya dari luar kamar dapat diminimalisir saat waktu tidur.

 

 

Post navigation

❮ Previous Post: Kenapa Menjerit Bisa Redakan Stres? Ini Penjelasan Psikiater
Next Post: 5 Hal Penting yang Terjadi pada Tubuh dan Otak Saat Kita Tidur ❯

You may also like

Uncategorized
Olive Skin dan Rahasia Memilih Warna yang Paling Pas
September 7, 2026
Uncategorized
Jangan Asal Sarapan, Perhatikan 2 Hal ini agar Gula Darah Stabil
August 24, 2026
Uncategorized
Tren Estetika Bergeser, Kulit Sehat dan Bugar Jadi “The New Luxury”
August 25, 2026
Uncategorized
Double Cleansing Tak Selalu Dibutuhkan Kulit, Kapan Justru Bisa Berlebihan?
August 23, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by