Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Muncul Jerawat di Telinga? Dokter Kulit Ingatkan Jangan Dipencet

Muncul Jerawat di Telinga? Dokter Kulit Ingatkan Jangan Dipencet

Posted on September 1, 2026 By grtr6 No Comments on Muncul Jerawat di Telinga? Dokter Kulit Ingatkan Jangan Dipencet
Uncategorized

Jerawat tidak hanya muncul di wajah. Benjolan serupa juga dapat muncul di telinga dan terasa lebih mengganggu karena area tersebut memiliki kulit yang lebih sensitif serta tulang rawan. Meski demikian, munculnya jerawat di telinga umumnya bukan tanda seseorang kurang menjaga kebersihan. Disadur dari Prevention, dokter kulit menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh minyak, sel kulit mati, maupun sisa produk rambut. Sejumlah dokter kulit membagikan cara mengatasi jerawat di telinga sekaligus hal-hal yang sebaiknya dihindari agar kondisi tidak semakin parah.

Jangan Asal Memencet Jerawat di Telinga

Dokter kulit bersertifikat dari Manhattan Dermatology Specialists Susan Bard mengatakan, langkah paling baik ketika muncul jerawat di telinga adalah membiarkannya dan tidak menyentuhnya.

“Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tidak menyentuhnya. Biarkan saja,” kata Bard. Namun, jika ingin membantu mempercepat proses penyembuhan, dokter kulit bersertifikat dari MDCS Dermatology Marisa Garshick menyebutkan beberapa pilihan perawatan.

Obat jerawat oles yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid dapat digunakan untuk mengatasi jerawat di telinga. Meski begitu, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena kulit di sekitar telinga lebih tipis dan rentan mengalami iritasi serta sensitif terhadap bahan tertentu. Kompres hangat juga dapat menjadi pilihan. Kain yang sedikit dibasahi dapat dihangatkan, kemudian ditempelkan pada area yang mengalami jerawat selama sekitar 10-15 menit. Suhu hangat dapat membantu membuka pori-pori dan memungkinkan jerawat mengeluarkan isinya sehingga proses penyembuhan lebih cepat. Area tersebut juga perlu dijaga tetap bersih. Gunakan pembersih yang lembut dan hindari menggosok terlalu keras agar kulit tidak semakin teriritasi.

Sementara itu, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Borealis Dermatology Navin S. Arora, mengingatkan agar jerawat di telinga tidak dipencet sembarangan. “Memencet jerawat di telinga dapat menyebabkan infeksi atau kerusakan karena kulit di dalam telinga bersifat sensitif,” jelasnya. Selain infeksi, memencet jerawat juga dapat meningkatkan risiko peradangan dan meninggalkan bekas luka. Kuku bahkan dapat menyebabkan trauma tambahan pada kulit dan mendorong bakteri masuk lebih dalam.

Benjolan di Dalam Telinga Belum Tentu Jerawat

Penanganan perlu lebih hati-hati jika benjolan berada jauh di dalam liang telinga dan sulit dilihat atau disentuh. Garshick menjelaskan, lingkungan di dalam liang telinga yang hangat dan lembap dapat menjadi tempat bakteri dan jamur berkembang. Penggunaan earphone secara rutin juga dapat menyebabkan gesekan dan iritasi yang berkontribusi terhadap munculnya jerawat. “Jerawat di area ini lebih sulit dijangkau dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi jika tidak ditangani dengan tepat,” tutur Garshick.

Karena itu, jerawat yang berada di dalam liang telinga sebaiknya tidak ditangani sendiri. Garshick menyarankan untuk memeriksakannya kepada tenaga kesehatan, terutama karena tindakan memasukkan benda ke dalam telinga dapat menyebabkan luka atau infeksi. Benjolan di telinga juga belum tentu merupakan jerawat. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berupa kista, peradangan folikel rambut, infeksi telinga, atau pertumbuhan kulit jinak.

Jerawat di telinga pada umumnya dapat membaik dalam hitungan hari hingga beberapa minggu, tergantung jenisnya. Namun, jika benjolan tidak membaik setelah tujuh hingga 10 hari, semakin besar, terasa sangat nyeri, atau disertai kemerahan, bengkak, cairan dari telinga, demam, maupun gangguan pendengaran, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Langkah sederhana seperti tidak memencet, menjaga kebersihan, dan menghindari iritasi dapat membantu mencegah jerawat di telinga menjadi semakin parah. Sementara itu, benjolan yang berada jauh di dalam telinga sebaiknya ditangani oleh tenaga medis.

Post navigation

❮ Previous Post: Berapa Lama Durasi Olahraga yang Ideal Setiap Pekannya?

You may also like

Uncategorized
Double Cleansing Tak Selalu Dibutuhkan Kulit, Kapan Justru Bisa Berlebihan?
August 23, 2026
Uncategorized
Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen
July 19, 2026
Uncategorized
Studi Ungkap Main Medsos Lebih dari 2,5 Jam Bisa Picu Depresi
August 30, 2026
Uncategorized
Minuman Terbaik bagi Penderita Kolesterol Tinggi Usai Makan Malam
July 8, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by