Menurunkan berat badan sering kali dimulai dengan semangat tinggi. Namun, tidak sedikit wanita yang justru menerapkan pola diet keliru sehingga hasilnya tidak bertahan lama atau bahkan membuat berat badan sulit turun. Ahli gizi sekaligus pendiri Nutracy Lifestyle, Dr. Rohini Patil, mengatakan ia kerap menemukan kesalahan yang sama pada pasien dengan kondisi seperti PCOS, gangguan tiroid, maupun resistensi insulin. “Saya bekerja dengan banyak perempuan yang memiliki PCOS, gangguan tiroid, dan resistensi insulin. Saya melihat mereka terus mengulangi kesalahan yang sama saat mencoba menurunkan berat badan,” ujar Patil, seperti dilansir Only My Health, Rabu (8/7/2026).
5 kesalahan diet pada wanita 1. Makan terlalu sedikit demi hasil yang cepat Banyak wanita memangkas asupan kalori secara berlebihan dengan harapan berat badan turun dalam waktu singkat. Padahal, cara ini justru dapat memperlambat metabolisme sehingga tubuh membakar energi lebih sedikit.
Selain itu, makan terlalu sedikit juga meningkatkan rasa lapar, memicu kehilangan massa otot, mengganggu keseimbangan hormon, dan membuat tubuh mudah lelah.
Penurunan berat badan yang sehat bukan berarti membuat tubuh kelaparan, melainkan memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang agar metabolisme tetap bekerja optimal. Baca juga: Terlalu Fokus Makan Sehat Bisa Jadi Masalah, Ini Kata Ahli 2. Kurang mengonsumsi protein setiap hari Saat menjalani diet, sebagian orang hanya fokus mengurangi karbohidrat atau lemak tanpa memperhatikan kecukupan protein. Padahal, protein memiliki peran penting dalam menjaga massa otot selama berat badan turun. Asupan protein juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah tetap stabil, serta mendukung fungsi hormon dan metabolisme. Patil menyarankan agar setiap waktu makan mengandung sumber protein seperti telur, tahu, tempe, ikan, ayam, yogurt, kacang-kacangan, atau susu rendah lemak.
3. Terlalu sering memilih makanan kemasan berlabel sehat Label seperti “diet”, “rendah lemak”, atau “healthy” belum tentu menunjukkan bahwa suatu produk benar-benar baik untuk program penurunan berat badan. Banyak makanan kemasan masih mengandung gula tambahan, garam berlebih, pemanis buatan, maupun bahan aditif yang dapat meningkatkan asupan kalori tanpa disadari. Karena itu, wanita disarankan lebih sering memilih makanan utuh (whole foods) seperti sayur, buah, biji-bijian, dan protein segar dibanding makanan olahan.
4. Mengabaikan tidur dan membiarkan stres berlarut Keberhasilan menurunkan berat badan tidak hanya ditentukan oleh pola makan dan olahraga. Kualitas tidur serta tingkat stres juga berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Saat stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Kondisi ini dapat meningkatkan keinginan makan, terutama makanan tinggi gula dan lemak, sekaligus mendorong penumpukan lemak di area perut. Kurang tidur juga mengganggu hormon pengatur rasa lapar dan kenyang sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak keesokan harinya.
5. Ingin berat badan turun dalam waktu singkat Keinginan memperoleh hasil instan sering membuat seseorang mencoba diet ekstrem, menjalani detoks tanpa dasar ilmiah, atau menghilangkan terlalu banyak kelompok makanan. Padahal, perubahan gaya hidup yang dilakukan secara bertahap lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Menurut Patil, tujuan utama seharusnya bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi juga menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan kekuatan tubuh, serta membangun kesehatan metabolik yang lebih baik. Dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik yang konsisten, tidur cukup, dan target yang realistis, penurunan berat badan cenderung lebih sehat sekaligus bertahan lebih lama.


