Menyantap hidangan yang itu-itu saja di pagi hari mungkin terdengar sangat membosankan bagi sebagian orang.
Padahal, rutinitas yang monoton ini justru bisa meringankan beban pikiran dan membantumu membentuk pola makan sehat secara otomatis.
Kamu tidak perlu lagi repot berdiri lama di depan kulkas setiap pagi hanya untuk menimbang-nimbang menu, karena keputusannya sudah dibuat sejak awal.
Dampak rutin Menyantap Menu Sarapan Serupa
Memangkas kelelahan saat memilih makanan
Meski kamu bebas menyantap apa pun, menikmati hidangan yang sama secara konsisten setiap pagi terbukti ampuh menyederhanakan harimu yang kerap dilanda kesibukan.
“Otak kita suka mengotomatiskan perilaku, jadi memiliki sarapan yang sama setiap hari bisa selaras dengan cara kebiasaan terbentuk secara alami,” ucap dokter dan pendiri SugarFreeMD, Stacy Heimburger, MD.
Membuat keputusan secara terus-menerus pada akhirnya akan sangat menguras dan membakar energi mental, sehingga memiliki sarapan utama mampu menyingkirkan satu beban pilihan tersebut.
“Kita membuat ribuan keputusan setiap hari, dan banyak di antaranya berpusat pada makanan. Membuat lebih sedikit keputusan tentang makanan sepanjang hari berarti kita memiliki ruang di otak untuk hal-hal lain,” tutur pelatih nutrisi dan pendiri Kate Lyman Nutrition, Kate Lyman, MPH, PhD.
Kelelahan akibat mengambil keputusan mungkin terdengar sepele, tetapi sebuah riset menunjukkan, terlalu banyak berpikir bisa mengurangi fokus, menurunkan ketahanan mental, hingga menghilangkan kendali dirimu.
Rutinitas pagi lebih efisien
Menu seragam otomatis akan memberimu lebih banyak waktu luang untuk beraktivitas. Sesuatu yang dari luar tampak sangat membosankan, sering kali justru terasa membebaskan bagi pelakunya.
“Banyak klien saya makan sarapan, makan siang, dan camilan yang sama, bukan karena mereka ‘harus’, tetapi karena mereka menyadari hal itu membuat semuanya lebih mudah,” ungkap dr. Heimburger.
“Makan makanan yang sama secara rutin juga bisa memangkas waktu memasak dan waktu bersih-bersih,” lanjut dia.
Mencegah kebiasaan makan buruk
Menu yang sudah ditetapkan sejak awal memastikanmu mendapat asupan bernutrisi secara konsisten, bahkan saat kamu sedang berada di bawah tekanan atau kesibukan parah.
“Katakanlah sarapan andalanmu adalah semangkuk Greek yogurt dengan rotasi mentega kacang, buah beri beku, biji chia, dan granola. Setelah beberapa waktu, itu menjadi jalan yang paling minim hambatan untuk menciptakan makanan yang seimbang, tinggi protein, dan juga kaya serat,” jelas Lyman.
Ia menambahkan, pada hari-hari yang sangat sibuk, kamu lebih cenderung kembali ke pilihan dasar tersebut daripada berputar-putar dalam ketidakpastian.
Rutinitas ini dapat mencegahmu asal mencomot makanan instan yang tidak sehat atau justru benar-benar melewatkan sarapan. Sebuah ulasan medis bahkan mengaitkan kebiasaan sarapan yang konsisten setiap hari dengan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolik yang lebih rendah.
Menu sarapan yang sama memang baik, tapi…
Di balik segala kepraktisan yang ditawarkan, terus-menerus mengulang menu yang sama memiliki kelemahan yang pada akhirnya bisa memicu timbulnya masalah.
“Jika sarapanmu sama setiap hari, kamu mungkin merasa kurang senang dengan pilihan makananmu, dan kita tahu menikmati makanan kita adalah bagian penting dari kebiasaan yang berkelanjutan,” terang Lyman.
Sensasi kenikmatan yang memudar secara perlahan ini bisa membuat rutinitas sehatmu justru terasa seperti sebuah pengekangan yang mengekang, bukannya rutinitas yang mendukung kesehatan.
“Jika kamu menyantap makanan yang sama persis setiap hari dengan sedikit atau tanpa variasi, mungkin ada beberapa celah nutrisi yang tidak terpenuhi,” tambah dia.
Untuk menyiasatinya, kamu cukup merotasi beberapa bahan pelengkap setiap minggu. Langkah kecil ini berguna untuk melindungi tubuhmu dari celah nutrisi tanpa menghilangkan kepraktisan sarapan andalanmu.
Kriteria sarapan yang ideal
Tentu saja pilihan hidangan harianmu tidak boleh diputuskan secara sembarangan agar fungsi tubuh tetap bisa berjalan optimal setiap harinya.
“Penelitian yang kami miliki jelas tentang satu hal. Jika kamu akan menikmati sarapan yang sama setiap hari, itu harus padat nutrisi dan indeks glikemiknya rendah. Jenis makanan tersebut mendukung kinerja kognitif, daya ingat, dan perhatian yang lebih baik,” tegas dr. Heimburger.
Salah satu contoh praktis yang bisa dengan mudah ditiru meliputi sajian telur orak-arik bersama sayuran,. “Pengambilan keputusan yang disederhanakan, daftar belanja yang mudah, dan penciptaan pola perilaku yang mendukung keseluruhan pilihan makananmu di luar satu waktu makan tersebut, semuanya adalah manfaat yang dapat memengaruhi lebih dari sekadar sarapanmu, dan merambah ke keseluruhan perilaku serta beban kognitif di aspek kehidupan lainnya,” pungkas Lyman..
