Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra Proses Bisa Ganggu Fokus dan Kesehatan Otak

Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra Proses Bisa Ganggu Fokus dan Kesehatan Otak

Posted on July 20, 2026 By grtr6 No Comments on Studi Ungkap Konsumsi Makanan Ultra Proses Bisa Ganggu Fokus dan Kesehatan Otak
Uncategorized

Makanan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) kerap menjadi pilihan, karena praktis dan mudah dikonsumsi.  Namun, di balik kemudahan tersebut, sebuah penelitian terbaru menemukan kaitan antara konsumsi makanan ultra-proses dan kemampuan perhatian yang lebih rendah. Penelitian yang dilakukan peneliti Australia itu juga menemukan bahwa orang yang lebih banyak mengonsumsi makanan ultra-proses memiliki skor faktor risiko demensia yang dapat diubah lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsinya lebih sedikit.

Meski begitu, peneliti menegaskan hasil tersebut belum membuktikan bahwa makanan ultra-proses secara langsung menyebabkan gangguan kognitif. Makin banyak makanan ultra-proses, perhatian cenderung menurun Studi yang melibatkan lebih dari 2.000 orang berusia 40 hingga 70 tahun ini mengamati pola makan dan kemampuan kognitif peserta. Mereka menjalani tes yang mengukur perhatian, kecepatan memproses informasi, serta daya ingat.

Hasilnya, peserta yang paling banyak mengonsumsi makanan ultra-proses memiliki skor perhatian paling rendah. Bahkan, perubahan kecil dalam pola makan tetap terlihat dalam hasil penelitian.

persen konsumsi makanan ultra-proses kira-kira setara dengan menambahkan satu bungkus keripik ukuran standar ke dalam pola makan harian,” kata peneliti utama Barbara Cardoso, PhD, seperti dikutip Everyday Health, Sabtu (18/7/2026) Selain perhatian, konsumsi makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan faktor risiko demensia seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kurang aktivitas fisik, dan obesitas. Makanan ultra-proses berpotensi memengaruhi kesehatan otak Makanan ultra-proses umumnya merupakan produk yang dibuat secara industri dan mengandung bahan tambahan yang jarang digunakan dalam masakan rumahan.  Contohnya minuman bersoda, camilan asin kemasan, makanan manis, sup instan, daging olahan, roti kemasan, makanan siap saji, serta sejumlah sereal sarapan.

Peneliti menduga, makanan tersebut dapat memengaruhi otak melalui beberapa jalur.  Salah satunya adalah perubahan mikrobioma usus, yaitu kumpulan mikroorganisme yang membantu pencernaan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, usus dan otak saling berkomunikasi. Perubahan pada kondisi usus pun diduga dapat memengaruhi kesehatan otak.

Peneliti juga menyebut makanan ultra-proses berpotensi memengaruhi sistem endokrin yang mengatur hormon dan berkontribusi terhadap dampak neurologis yang kurang baik. Bukan berarti semua makanan ultra-proses harus dihindari Profesor madya bidang perkembangan manusia dan ilmu keluarga di Virginia Tech di Blacksburg, Benjamin Katz, PhD, mengatakan, dampak makanan ultra-proses terhadap perhatian memang relatif kecil.  Namun, kaitannya dengan faktor risiko demensia yang dapat diubah terlihat lebih kuat.

“Penelitian ini menambah bukti yang terus berkembang bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko gangguan kognitif dan demensia yang lebih tinggi,” ujar neurolog W. Taylor Kimberly, MD, PhD. Kendati demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan. Data pola makan peserta dikumpulkan melalui laporan pribadi dan penelitian hanya mengamati kondisi pada satu waktu sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Untuk menjaga kesehatan otak, ahli menyarankan pola makan yang beragam dengan memperbanyak buah, sayur, makanan tinggi serat, serta lemak sehat seperti omega-3.

Profesor penyakit dalam, Steven K. Clinton, MD, PhD juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada tingkat pemrosesan makanan. “Daripada berfokus pada tingkat pemrosesan, saya menyarankan pasien untuk mengikuti pola makan sehat berdasarkan pedoman diet,” katanya.

Post navigation

❮ Previous Post: Dokter Peringatkan Bahaya Tren Cairan Infus untuk Jerawat, Bisa Tinggalkan Bekas Permanen

You may also like

Uncategorized
Diet 80/20 Ala Jepang Bikin Panjang Umur, Ternyata Mudah Diikuti
July 7, 2026
Uncategorized
Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Gula Darah Melonjak
July 6, 2026
Uncategorized
Minuman Terbaik bagi Penderita Kolesterol Tinggi Usai Makan Malam
July 8, 2026
Uncategorized
Ahli Ungkap 8 Makanan Terbaik untuk Jaga Kesehatan Ginjal
July 16, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by