Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Berapa Lama Durasi Olahraga yang Ideal Setiap Pekannya?

Berapa Lama Durasi Olahraga yang Ideal Setiap Pekannya?

Posted on August 31, 2026 By grtr6 No Comments on Berapa Lama Durasi Olahraga yang Ideal Setiap Pekannya?
Uncategorized

Olahraga secara rutin terbukti membawa banyak manfaat bagi tubuh. Namun, kamu mungkin sering bingung mengenai seberapa lama durasi latihan fisik yang sebenarnya dibutuhkan setiap minggu agar hasilnya benar-benar optimal bagi kesehatan. Terlebih, olahraga adalah rutinitas yang tidak boleh dilewatkan setiap minggunya, mengingat daftar panjang manfaat yang ditawarkannya untuk kualitas hidupmu.

Durasi olahraga yang ideal setiap pekan

Rekomendasi olahraga mingguan

Melansir Real Simple, Minggu (30/8/2026), orang dewasa disarankan untuk melakukan minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang, atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi setiap pekannya. Selain itu, orang dewasa juga perlu melakukan latihan penguatan otot, seperti angkat beban, setidaknya dua hari dalam seminggu. Aturan serupa juga berlaku bagi kelompok usia di atas 65 tahun. Bedanya, lansia disarankan untuk lebih berfokus pada gerakan yang melatih keseimbangan tubuh, seperti berdiri dengan satu kaki atau berjalan mundur, guna menghindari risiko terjatuh. Melihat angka tersebut mungkin terkesan memberatkan, dokter, ilmuwan, sekaligus penulis buku “Eat to Beat Disease: The New Science of How Your Body Can Heal Itself”, William Li, MD, mengingatkan bahwa kamu tidak harus melakukan seluruh porsi latihan tersebut secara bersamaan.

Membagi waktu olahraga harian

Cara paling umum untuk mencapai target tersebut adalah membagi durasi 150 menit menjadi sesi 30 menit per hari, selama lima hari sepekan. Pendekatan ini tidak hanya memberi jeda bagi tubuh untuk memulihkan diri, tetapi juga jauh lebih mudah diselipkan ke dalam jadwal harianmu yang padat. Bahkan, durasi 30 menit itu masih bisa dipecah lagi ke dalam sesi-sesi yang lebih singkat. Efek dari aktivitas fisik bersifat akumulatif, sehingga gerakan ringan yang dilakukan sebentar, tetapi sering, tetap memberikan dampak positif bagi raga dan pikiran. “Sangat bermanfaat jika kita sengaja menyebar waktu olahraga sepanjang hari, terutama apabila sesi 30 menit terasa membebani untuk sekadar mulai berolahraga,” ujar profesor madya kinesiologi di University of North Carolina Greensboro Anne Brady, PhD.

Kebutuhan berbeda pada setiap orang

Target 150 menit pada dasarnya hanyalah tolok ukur umum dan bukan aturan kaku untuk semua orang. Kebutuhan setiap individu bisa sangat bervariasi, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan pedoman spesifik berdasarkan usia

Anak-anak dan remaja berusia lima hingga 17 tahun disarankan aktif bergerak dengan intensitas sedang hingga tinggi rata-rata 60 menit per hari, ditambah aktivitas penguatan tulang dan otot. Sementara itu, untuk orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun, targetnya adalah 150 hingga 300 menit per minggu. Bagi wanita hamil dan pascapersalinan, dianjurkan perlahan-lahan mencapai 150 menit aktivitas aerobik ringan per minggu, dengan menghindari gerakan yang rentan memicu jatuh. Jika kamu baru mulai berolahraga, utamakan untuk membangun kebiasaan dan frekuensi gerak terlebih dahulu sebelum meningkatkan intensitasnya.

Tanda tubuh terlalu banyak berolahraga

Secara teori, tidak ada batasan maksimal untuk durasi berolahraga harian maupun mingguan. Namun, bukan berarti tubuh tidak bisa mengalami kelelahan ekstrem. Kamu perlu mewaspadai berbagai gejala olahraga berlebihan, seperti menurunnya performa, badan yang selalu terasa letih, mudah marah, sulit tidur, rentan terserang flu, hingga penurunan berat badan yang tidak wajar akibat penggunaan otot secara berlebihan. Jika tanda-tanda ini muncul, segeralah memberikan waktu istirahat yang layak bagi tubuhmu.

Dampak positif berolahraga bagi tubuh

Tidak peduli berapapun usiamu, tetap aktif bergerak adalah langkah terbaik untuk kesehatan. Kamu tidak perlu berlari maraton demi merasakan khasiatnya. Olahraga dengan porsi yang tepat mampu menurunkan peradangan, memperlancar aliran darah, meningkatkan metabolisme, serta mendongkrak kepekaan insulin. Aktivitas ini juga memacu sel punca (stem cell) untuk melakukan regenerasi jaringan. Pertahanan tubuh yang kuat ini akan memangkas risiko datangnya penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, demensia, hingga kanker. Lebih dari itu, aliran darah yang kaya oksigen menuju otak turut mempertajam daya ingat, memperbaiki suasana hati, menekan stres, serta mendukung pola tidur malam yang lebih nyenyak. Olahraga juga terbukti melatih kekuatan otot, memperluas jangkauan gerak sendi, serta mencegah risiko cedera saat kamu melakukan aktivitas harian.

 

Post navigation

❮ Previous Post: Studi Ungkap Main Medsos Lebih dari 2,5 Jam Bisa Picu Depresi

You may also like

Uncategorized
Benarkah Essential Oil Bisa Perbaiki Mood? Ini Kata Ahli
August 5, 2026
Uncategorized
Aktivitas Mewarnai Ternyata Bisa Membantu Meredakan Kecemasan, Ini Penjelasannya
August 3, 2026
Uncategorized
Jangan Abaikan Pemicu Serangan Jantung, Pembunuh Senyap Mendadak
August 1, 2026
Uncategorized
11 Makanan Pembawa Hoki dari Berbagai Negara
August 11, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by