Satu unit Botox setara dengan tiga unit Dysport. Perbedaan dosis ini hanyalah satu dari beberapa hal yang membedakan dua jenis suntikan anti-kerutan yang paling populer ini.
Kalau kamu mulai memperhatikan kerutan di wajah dan mempertimbangkan prosedur kecantikan untuk menyamarkannya, ada beberapa pilihan perawatan yang bisa dicoba. Dua yang paling umum adalah suntikan Botox dan Dysport.
Secara ilmiah, keduanya merupakan neuromodulator yang terbuat dari botulinum toxin type A.
Dikutip Cleveland Clinic, Secara sederhana, keduanya sama-sama:
- Memblokir sinyal saraf untuk merelaksasi otot dan mengurangi kerutan akibat ekspresi wajah.
- Memberikan hasil sementara yang bertahan beberapa bulan.
- Bisa diulang untuk mempertahankan tampilan.
- Memiliki efek samping serupa, seperti memar sementara, kemerahan, atau bengkak di area suntikan.
Perbedaan Utama Botox dan Dysport
Area perawatan yang disetujui
Untuk perawatan kerutan kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui Botox untuk lebih banyak penggunaan dibanding Dysport. (Persetujuan ini bisa berbeda-beda tergantung negara.)
Botox disetujui FDA untuk perawatan:
- Garis kerutan di dahi
- Garis kerutan di antara alis (glabellar lines atau “garis 11”)
- Kerutan di sudut mata (crow’s feet)
Sementara itu, Dysport hanya disetujui untuk garis kerutan di antara alis.
Seberapa jauh sebarannya Dysport kerap digambarkan Seberapa cepat bekerja Dysport cenderung bereaksi lebih cepat karena formulasi dan cara penyebarannya setelah disuntikkan. Dysport menggunakan kompleks protein yang berbeda dari Botox, yang mungkin membantunya mencapai ujung saraf target lebih cepat. Meski begitu, perbedaan waktu kerja ini biasanya minim. Keduanya umumnya mulai bekerja dalam beberapa hari. Seberapa cepat hasilnya terlihat juga bisa dipengaruhi oleh area perawatan, dosis, teknik penyuntikan, dan respons tubuh masing-masing orang. “Perbedaan waktunya biasanya kecil dan sering kali tidak cukup signifikan untuk jadi faktor penentu,” kata Dr. Zins.
“Botox dan Dysport memiliki durasi kerja yang mirip, sama-sama bertahan tiga hingga empat bulan pada dosis yang setara potensinya. Perbedaannya secara klinis tidak signifikan.”
Satuan dosis
Satu “unit” Botox dan Dysport bukanlah takaran yang setara. Secara umum, satu unit Botox setara dengan tiga unit Dysport. Perbedaan ini bergantung pada bagaimana masing-masing produsen meracik produknya.
“Dysport biasanya membutuhkan jumlah unit yang lebih banyak untuk mencapai efek yang serupa,” kata Dr. Zins.
Namun karena harga per unit Dysport lebih murah dibanding Botox, biaya untuk kedua perawatan ini pada akhirnya cenderung serupa. Apakah Keduanya Punya Efek Samping? Jika Botox atau Dysport disuntikkan ke otot di sekitar area target yang dituju, efek sementara yang bisa muncul antara lain: Kelopak mata turun Alis turun Bentuk alis yang tidak normal “Ini menegaskan pentingnya mencari dokter berpengalaman untuk melakukan suntikan,” kata Dr. Zins. “Ada seni tersendiri dalam menyuntikkan agar hasilnya maksimal.”
Mana yang Lebih Baik?
Ada alasan kenapa Botox dan Dysport sama-sama tetap eksis: keduanya bekerja dengan baik, dapat ditoleransi tubuh, dan aman digunakan. Tidak ada satupun yang secara inheren “lebih baik” dari yang lain. Semuanya kembali pada kebutuhan spesifik masing-masing orang.
“Pilihan yang lebih baik biasanya adalah yang paling sesuai dengan rencana perawatanmu,” kata Dr. Zins. “Dalam situasi tertentu, salah satunya bisa jadi lebih menguntungkan dibanding yang lain. Diskusikan dengan doktermu untuk menentukan mana yang paling tepat untukmu.”
Memulai dengan salah satu produk juga bukan berarti kamu terikat untuk terus memakainya selamanya. Tidak jarang orang beralih dari satu produk ke produk lainnya. “Baik Botox maupun Dysport bisa sangat efektif — dan tidak ada satupun yang otomatis lebih baik untuk setiap pasien atau area perawatan,” tegas Dr. Zins. “Dalam banyak kasus, pilihan terbaik kembali pada bagaimana tubuhmu merespons.”


