Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?

Posted on July 31, 2026July 31, 2026 By grtr6 No Comments on Makin Matang Buah Makin Manis, Apakah Kandungan Gulanya Juga Bertambah?
Uncategorized

Buah yang semakin matang biasanya terasa semakin manis. Kondisi ini bukan sekadar soal rasa, melainkan berkaitan dengan perubahan karbohidrat di dalam buah selama proses pematangan. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof. Antonius Suwanto, menjelaskan, buah yang masih mengkal memiliki karbohidrat yang lebih banyak dalam bentuk pati resisten. Sementara itu, selama proses pematangan, pati kompleks tersebut berubah menjadi gula sederhana. Melansir laman resmi IPB University, Kamis (30/7/2026), penjelasan tersebut disampaikan Prof. Antonius dalam program Perspektif yang tayang di YouTube IPB TV. “Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis,” ujar Prof. Antonius.

Mengapa buah matang terasa lebih manis?

Proses pematangan membuat komposisi karbohidrat pada buah mengalami perubahan. Pati kompleks yang sebelumnya lebih dominan secara perlahan dipecah menjadi gula sederhana seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Perubahan inilah yang membuat rasa buah menjadi semakin manis ketika tingkat kematangannya bertambah. Dengan demikian, buah yang matang umumnya memiliki kandungan gula lebih tinggi dibandingkan buah yang masih mengkal. Meski begitu, Prof. Antonius menegaskan bahwa buah matang tetap memiliki manfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan antioksidan. Karena itu, pilihan antara buah mengkal dan matang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi serta kondisi kesehatan masing-masing. Pada beberapa jenis buah, masyarakat juga memiliki preferensi terhadap tingkat kematangan tertentu. Prof. Antonius mencontohkan durian yang masih memiliki kulit keras, tetapi daging buahnya sudah lembut. Pada kondisi tersebut, kandungan gula durian relatif lebih rendah dibandingkan ketika buah sudah benar-benar matang.

Bagi orang yang perlu membatasi asupan gula, buah yang masih mengkal dapat menjadi salah satu pilihan. Menurut Prof. Antonius, buah mengkal memiliki kandungan fruktosa yang lebih rendah.

Namun, bukan berarti buah mengkal dapat dikonsumsi tanpa memperhatikan jumlahnya. Menurutnya, porsi justru menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi buah. “Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak,” jelasnya. Artinya, tingkat kematangan bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih buah. Jumlah yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan agar asupan gula tetap sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Lebih baik konsumsi buah dalam bentuk utuh

Baik buah mengkal maupun buah matang tetap dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Keduanya mengandung mineral, vitamin, dan serat yang dibutuhkan tubuh. Prof. Antonius lebih menyarankan konsumsi buah dalam bentuk utuh. Dengan cara tersebut, kandungan serat alami di dalam buah tetap dapat diperoleh. Serat alami berperan sebagai makanan bagi bakteri baik yang berada di usus besar. Bakteri tersebut turut membantu menjaga sistem imun dan menghasilkan berbagai senyawa, termasuk vitamin dan hormon, yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Menurut Prof. Antonius, manfaat tersebut juga berkaitan dengan kesehatan mental. Karena itu, konsumsi buah dalam bentuk utuh tidak hanya berkaitan dengan kandungan gula, tetapi juga asupan serat yang menyertainya. “Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat. Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food,” pungkasnya.

Post navigation

❮ Previous Post: Perbedaan Face Lift Operasi dan Non-Operasi, Mana yang Cocok untuk Kulit Kendur?

You may also like

Uncategorized
15 Destinasi Liburan Termahal di Dunia 2026, Gaji UMR Cuma Bisa Mimpi
July 14, 2026
Uncategorized
Menahan buang air besar berisiko wasir hingga konstipasi
July 13, 2026
Uncategorized
Mendaki Semakin Mudah, Bus Malam dari Tokyo ke Gunung Fuji Resmi Beroperasi
July 11, 2026
Uncategorized
Waktu Terbaik Olahraga untuk Kesehatan Jantung, Pagi atau Sore?
July 9, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by