Skip to content

DUNIA LIFESTYLE

SEPUTARAN BERITA LISFESTYLE TERKINI

  • Home
  • Uncategorized
  • Mengenal PDRN, Bahan Skincare Viral yang Unik dari Sperma Salmon

Mengenal PDRN, Bahan Skincare Viral yang Unik dari Sperma Salmon

Posted on August 18, 2026 By grtr6 No Comments on Mengenal PDRN, Bahan Skincare Viral yang Unik dari Sperma Salmon
Uncategorized

Industri kecantikan Korea Selatan seolah tak pernah kehabisan inovasi unik. Saat ini, fokus para pencinta perawatan kulit tertuju pada satu bahan aktif bernama polydeoxyribonucleotide atau PDRN. Bahan baku pembuatannya berasal dari sperma ikan salmon. Secara ilmiah, PDRN merupakan serpihan DNA yang diekstrak secara khusus dari sperma salmon tersebut. Bahan ini dipercaya mampu meregenerasi sel sehingga kulit wajah tampak awet muda, dan kini mulai menjamur sebagai komposisi andalan dalam produk pelembap hingga serum harian. “PDRN adalah bahan hasil daur ulang dari peternakan salmon industri makanan, bukan berarti orang memelihara salmon khusus untuk mendapatkan DNA ini,” kata ahli kimia kosmetik Perry Romanowski, disadur dari Allure, Minggu (16/8/2026).

Menelusuri efektivitas PDRN sperma salmon pada kulit

Berawal dari pengobatan medis regeneratif

Gagasan mengoleskan turunan sperma salmon ke wajah mungkin terdengar aneh. Namun, pemanfaatan ekstrak hewan untuk pengobatan sebenarnya telah lama diakui.

Hal ini turut dibahas secara mendalam dalam studi berjudul “Marine-Derived Pharmaceuticals – Challenges and Opportunities pada tahun 2016, serta studi di jurnal Frontiers in Pharmacology. Sebelum dilirik sebagai serum penunda penuaan, PDRN lebih dulu populer di ranah medis lewat metode suntik guna menyembuhkan luka kronis seperti bisul diabetes.

Sperma dipilih karena sel tersebut dinilai paling tepat untuk menghasilkan DNA murni tingkat tinggi tanpa risiko kotoran. “PDRN telah digunakan dalam pengobatan regeneratif selama bertahun-tahun, terutama di Eropa dan Asia,” terang dokter kuli di Hamden, Connecticut, Mona Gohara, MD. “Ada penggunaan klinis PDRN suntik yang kredibel dalam ranah medis untuk penyembuhan luka maupun bisul, dan bahan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik untuk penggunaan medis,” ungkap dia. Kesamaan struktur pembentuk DNA antara sperma salmon dan manusia memicu reaksi adaptasi yang sangat positif.

“Anak tangga penyusun DNA terbuat dari empat bahan kimia yang sama,” jelas Romanowski. Berkat kemiripan tersebut, zat ini sanggup berikatan dengan sel manusia dan merangsang pembentukan jaringan kolagen baru. “Bayangkan sel kulit sebagai sebuah bola, dan reseptornya menonjol di bagian atas seperti sakelar lampu. Suntikan PDRN pada dasarnya menyalakan sakelar tersebut untuk membangunkan sel dan diharapkan membuat sel-sel itu memproduksi lebih banyak kolagen,” jelas dr. Gohara.

Kesenjangan antara klaim pemasaran dan sains Berbekal keberhasilan di bidang medis, produsen kosmetik meyakini versi oles PDRN dapat merangsang perbaikan jaringan.

Sensasi tak lazim dari sperma salmon ini sukses menjadi taktik pemasaran untuk memancing rasa penasaran konsumen. Sayangnya, janji manis ini belum ditopang oleh landasan riset jangka panjang yang benar-benar solid.

“Klaim ketenaran PDRN adalah bahwa bahan ini merupakan salah satu perawatan kulit paling populer di pasar yang sangat kritis, Korea, dan sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade,” kata dokter kulit di New York City, Melissa K. Levin, MD.

“Pemasarannya bergerak lebih cepat daripada sainsnya,” lanjut dia.

Di sisi lain, banyak pakar mengingatkan bahwa pengujian ekstrak DNA dari sperma salmon ini baru terbatas di dalam ruang observasi laboratorium tertutup.

“Bukti yang kita miliki tentang manfaat PDRN ada pada kultur sel, di mana bahan ini bisa melakukan hal-hal seperti mematikan produksi melanin,” ingat Romanowski.

“Tapi itu tidak sama dengan mengatakan, ‘Kalau kamu memasukkan ini ke dalam krim, lalu mengoleskannya ke kulit, ini pasti akan berhasil’,” lanjut dia.

Hambatan ukuran my/olekul dan Kestabilan Produk

Tantangan fisika turut menjadi rintangan nyata. Idealnya, supaya bisa menembus lapisan tengah kulit secara efektif, partikel produk oles tak boleh melewati batas ukuran 500 dalton. Mengingat ukuran fragmen DNA salmon ribuan kali lipat lebih besar, kemungkinan besar kandungannya hanya akan mengendap di permukaan saja.

Tak sampai di situ, material genetik dari makhluk hidup ini sangat rapuh dan menuntut pengaturan suhu yang ekstra presisi. “PDRN itu sangat rapuh. Bahan ini tidak stabil, sangat rumit untuk diformulasikan, dan rentan terhadap oksidasi,” sebut ahli kimia kosmetik Marisal Mou.

 

Walau masih dipenuhi keraguan sains dan kendala peracikan, pamor bahan tak lazim ini nyatanya terus meroket karena dinilai unik di mata konsumen.

“Sangat menarik melihat besaran seberapa cepat PDRN meledak di dunia perawatan kulit. Gagasannya sendiri sudah sangat mencolok,” ucap ahli kimia kosmetik Amanda Lam.

Meski tengah naik daun, PDRN diprediksi bakal segera tersingkir oleh inovasi baru ke depannya, kecuali para ilmuwan sanggup menemukan formulasi mutakhir untuk mengatasi masalah kestabilan tersebut. “Para pembuat formula harus bekerja dengan PDRN bermassa molekul lebih kecil, memasangkannya dengan sistem pengiriman yang optimal, dan sumber fragmen DNA akan menjadi sangat penting,” kata Mou. “Kualitas ekstraksi, tingkat kemurnian, distribusi ukuran fragmen yang seragam. Semua pertimbangan ini berujung pada peningkatan biaya bahan,” pungkas dia.

 

Post navigation

❮ Previous Post: Alasan Georgina-Ronaldo Nikah di Ruang Tamu Meski Bergelimang Harta

You may also like

Uncategorized
Studi Ungkap Jumlah Langkah Jalan Kaki yang Bikin Panjang Umur
July 23, 2026
Uncategorized
Sering Disepelekan, Begini Manfaat Timun untuk Gula Darah & Kesehatan
August 7, 2026
Uncategorized
11 Makanan Pembawa Hoki dari Berbagai Negara
August 11, 2026
Uncategorized
Studi Ungkap Penyebab Sebagian Perokok Terhindar dari Kanker
July 28, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DUNIA LIFESTYLE.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by