Memulai pagi dengan minuman yang tepat tidak hanya membantu menghilangkan rasa kantuk, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga kesehatan jantung. Bagi laki-laki, salah satu minuman yang direkomendasikan ahli gizi adalah teh hijau. Dilansir dari EatingWell, Kamis (20/8/2026), teh hijau mengandung katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan. Kandungan tersebut dinilai berpotensi mendukung kesehatan jantung, termasuk membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah.
Ahli diet Lauren Slayton, M.S., RD menjelaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada laki-laki maupun perempuan.
“Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian bagi laki-laki dan perempuan. Statistiknya selalu menunjukkan sekitar satu dari empat kematian pada laki-laki disebabkan oleh penyakit kardiovaskular,” kata Slayton.
Teh hijau dapat membantu mengurangi peradangan
Peradangan kronis dapat memberikan dampak buruk terhadap tubuh dan berkontribusi terhadap berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung. Maka dari itu, menjaga pola makan dengan sumber antioksidan dapat menjadi salah satu cara mendukung kesehatan tubuh. Ahli diet untuk kardiologi preventif Michelle Routhenstein, M.S., RD, CDCES, CDN menjelaskan, teh hijau mengandung katekin yang memiliki sifat antioksidan dan antiperadangan. “sejumlah penelitian menunjukkan teh hijau dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan meningkatkan fungsi pembuluh darah, yang keduanya penting bagi kesehatan jantung,” ujar Routhenstein. Namun, ia mengingatkan bahwa penelitian mengenai kemampuan teh hijau dalam secara spesifik menurunkan penanda peradangan masih menunjukkan hasil yang beragam.
Kandungan EGCG berpotensi menjaga kolesterol dan pembuluh darah
Selain membantu melawan stres oksidatif, EGCG dalam teh hijau juga dikaitkan dengan kadar trigliserida, kolesterol total, dan kolesterol LDL yang lebih rendah.
Kandungan tersebut diduga dapat membantu mengurangi penyerapan lemak di usus sehingga berpotensi memberikan manfaat terhadap kadar lemak darah dan sensitivitas insulin.
Ahli gizi Vicki Shanta Retelny, RDN, mengatakan teh hijau memiliki potensi melindungi jantung karena kandungan EGCG yang tinggi. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu dilihat sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan.
“Teh hijau mungkin memiliki efek melindungi jantung karena mengandung katekin EGCG dalam jumlah tinggi, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan,” kata Retelny. Ia juga menekankan bahwa orang yang rutin minum teh hijau bisa saja memiliki kebiasaan hidup lain yang lebih sehat, seperti tidak merokok, mengonsumsi lebih sedikit makanan ultra-proses, dan lebih aktif bergerak.
Teh hijau dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi yang sehat Teh hijau juga dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Routhenstein mengutip meta-analisis terhadap lebih dari 645.000 orang yang menemukan bahwa mereka yang minum sekitar 1,25 hingga empat cangkir teh hijau per hari memiliki risiko stroke sekitar 26 persen lebih rendah dibandingkan orang yang jarang atau tidak meminumnya. Meski demikian, hasil tersebut berasal dari penelitian observasional sehingga menunjukkan hubungan, bukan membuktikan bahwa teh hijau secara langsung mencegah stroke. Agar manfaat kesehatan jantung lebih optimal, minum teh hijau dapat dipadukan dengan kebiasaan pagi lainnya. Retelny menyarankan bangun pada waktu yang sama setiap hari karena pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme sirkadian dan sistem kardiovaskular. Sarapan dengan gandum utuh, seperti oatmeal atau roti gandum, juga dapat menjadi pilihan. Setelah itu, berjalan kaki di bawah sinar matahari pagi dapat membantu melengkapi rutinitas sehat. “Kamu tidak perlu mencapai 10.000 langkah setiap hari, 7.000 langkah dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hampir setengahnya,” kata Slayton. Dengan demikian, secangkir teh hijau pada pagi hari dapat menjadi pilihan sederhana untuk mendukung kesehatan jantung, selama dibarengi pola makan seimbang, tidur teratur, dan aktivitas fisik.
